adsensecham

Sunday, November 1, 2015

ASKEP KOMPREHENSIF PADA ANAK DENGAN DIARE



ASUHAN KEPERAWATAN KOMPREHENSIF PADA ANAK DENGAN DIARE
Dosen Pengampu : Listyana Natalia Retnaningsih S.Kep.Ns, MSN
                                                  
                                                   Disusun Oleh : Kelompok VI
                          1.      Nindithya Wahyu Pradina                   (12130052)
                         2.      Rifqi Rahmawan                                 (12130066)
                         3.      Roni Laksono                                     (12130073)
                        4.      Yoga Raditya                                      (12130087)
                        5.      Ima Regina Dosantos                          (12130072)




PROGRAM STUDI S1-ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
2015/2016


Kasus
Seoarng ibu membawa anaknya yang berusia 10 bulan ke puskesmas karena sudah diare hari ke-3. Ibu mengatakan bahwa anak diare, lebih dari 5x sehari, encer, warna kekuningan dan bau khas. Ibu juga mengatakan bahwa anak panas dan muntah setiap kali makan dan minum.
Pada saat pemeriksaan klien tampak pucat, meangis lemah, badannya lemas, tubuhnya teraba dingin. Ubun-ubun juga tampak cekung, turgor kurang elastis. Menurut keterangan ibu, anak sudah dirawat di RS 3 kali dengan masalah yang sama.
Diskusikan :
1.      Apa saja yang perlu dikaji lagi pada kasus di atas?
2.      Buatlah concept map!
3.      Diagnosa keperawatan apa saja yang bisa ditegakkan pada kasus diatas (sesuai dengan prioritas)
4.      Tentukan NOC sesuai prioritas diagnosa keperawatan yang ditemukan
5.      Tentukan NIC sesuai dengan prioritas diagnosa keperawatan yang ditemukan
6.      Termasuk dalam kategori dehidrasi apakah klien diatas?
7.      Bagaimana health education yang harus diberikan kepada keluarga dan perawatan berkelanjutan selama dirumah apabila pasien sudah diperbolehkan pulang


1.      Yang harus dikaji pada kasus di atas adalah :
·         TTV
·         Hasil Laboratorium
·         Status hidrasi klien
·         Respon ibu terhadap penyakit anaknya
·         Data  penyebab penyakit klien
·         Penyebab riwayat penyakit sebelumnya
·         Intake dan output cairan
·         Data terkait nutrisi (BB,TB, Makanan pendamping asi,asupan asi,kebiasaan makan ibu & bayi)
·         Kekuatan motorik
·         Pola tidur bayi
·         Cara penanganan keluarga sebelum di bawa kerumah sakit
·         Keyakinan keluarga terkait budaya yang bertentangan dengan kesehatan
2.      Concept map (terlampir)
3.      Diagnosa keperawatan
a.       Kekurangan volume cairan b.d kehilangan cairan aktif
b.      Diare b.d proses infeksi
c.       Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b.d ketidakmampuan untuk mengabsorpsi nutrien
d.      Hipertermia b.d penyakit
4.      NOC
a.       Kekurangan volume cairan b.d kehilangan cairan aktif
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan kekurangan volume cairan klien teratasi dengan kriteria hasil:
Bowel Elimination :
·         Frekuensi diare berkurang dari 2 menjadi 5 (dari frekuensi sering menjadi tidak diare)
·         Pola eliminasi berkurang dari 2 menjadi 4(dari sering menjadi jarang)
Fluid Balance :
·         Turgor kulit elastis
·         Membrane mukosa lembab
·         Intake dan output cairan seimbang
·         Tidak terdapat tanda-tanda hidrasi
Hydration :
·         Jumlah cairan yang dikonsumsi sesuai
·         Penurunan frekuensi diare dari 2 menjadi 5 (dari frekuensi sering menjadi tidak diare)
b.      Diare b.d proses infeksi
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24jam diharapkan diare klien teratasi dengan kriteria hasil:
Bowel Elimination :
·         Frekuensi diare berkurang dari 2 menjadi 5 (dari frekuensi sering menjadi tidak diare)
·         Pola eliminasi berkurang dari 2 menjadi 4 (dari sering menjadi jarang)
Electrolyte  and acid / base balance :
·         Elektrolit dalam batas normal (natrium : 135 – 145 mEq/L, kalium : 3,5 – 5 mEq/ L, kalsium : 1,3 – 2,1 mEq/L, Magnesium : 1,3 – 2,1 mEq/L, Chlorida : 95 – 100 mEq/L, bikarbonat : 25 – 29 mEq/L, fosfat : 2,5 – 4,5 mEq/L)
·         Jumlah elektrolit tubuh terpenuhi
Fluid Balance :
·         Turgor kulit elastis
·         Membrane mukosa lembab
·         Intake dan output cairan seimbang
·         Tidak terdapat tanda-tanda hidrasi
Gastrointestinal Function :
·         Frekuensi peristaltic usus 5-35x/menit.
·         Konsistensi feses lunak
Hydration :
·         Jumlah cairan yang dikonsumsi sesuai
·         Penurunan frekuensi diare dari 2 menjadi 5 (dari frekuensi sering menjadi tidak diare)
c.       Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b.d ketidakmampuan untuk mengabsorpsi nutrien
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24jam diharapkan ketidakseimbangan nutrisi klien teratasi dengan kriteria hasil:
Appetite :
·         Makanan dikonsumsi sesuai jumlah kalori yang dibutuhkan (pemberian ASI dan makanan pendamping ASI)
·         Nutrisi yang adekuat
Gastrointestinal function :
·         Frekuensi peristaltic usus 5-35x/menit.
·         Konsistensi feses lunak
Nutritional Status :
·         Nutrisi yang adekuat
·         Peningakatan energy
·         Makanan dikonsumsi sesuai jumlah kalori yang dibutuhkan (pemberian ASI dan makanan pendamping ASI)
·         Cairan yang dikonsumsi sesuai dengan jumlah yang di butuhkan
d.      Hipertermia b.d penyakit
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24jam diharapkan hipertermi klien teratasi dengan kriteria hasil:
Thermoregulation
·         RR (30-60) (skor 4 manjadi skor 5) à RR menyimpang ringan dari batas normal menjadi berada dalam batas normal
·         Suhu 36,5oC-37,5oC (skor 3 manjadi skor 5) à suhu menyimpang sedang dari batas normal menjadi berada dalam batas normal)
·         berkeringat ketika suhu meningkat
·         suhu kulit meningkat (skor 3 manjadi skor 5) à suhu kulit mneyimpang sedang dari batas normal menjadi berada dalam batas normal tidak terjadi peningkatan suhu kulit
·         dehidration (skor 3 manjadi skor 5) à pemenuhan kebutuhan cairan pasien menyimpang sedang menjadi dalam batas normal, tidak terjadi dehidrasi
Thermoregulating : newborn
·         volume cairan seimbang (skor 3 menjadi skor 5) à pemenuhan kebutuhan volume cairan menyimpang sedang menjadi dalam batas normal, volume cairan seimbang
·         Suhu 36,5oC-37,5oC (skor 3 manjadi skor 5) à suhu menyimpang sedang dari batas normal menjadi berada dalam batas normal)
vital sign
·         RR (30-60) (skor 4 manjadi skor 5) à RR menyimpang ringan dari batas normal menjadi berada dalam batas normal
·         Suhu 36,5oC-37,5oC (skor 3 manjadi skor 5) à suhu menyimpang sedang dari batas normal menjadi berada dalam batas normal)
·         Irama RR (skor 4 menjadi skor 5) à irama RR menyimpang ringan dari batas normal menjadi berada dalam batas normal
5.      NIC
a.       Kekurangan volume cairan b.d kehilangan cairan aktif
Fluid management
·         Pertahankan intake dan output yang sesuai
·         Monitor status hidrasi (kelembaban membrane mukosa, nadi adekuat)
·         Monitor TTV
·         Monitor masukan makanan atau cairan dan hitung intake kalori harian
·         Dorong klien untuk meningkatkan intake cairan oral
·         Hitung balance cairan
·         Anjurkan pasien untuk mengkonsumsi jus buah dan buah segar,
·         Kolaborasi dalam pemberian cairan IV
b.      Diare b.d proses infeksi
Diarhea management :
·         Anjurkan ibu untuk memberikan  banyak minum
·         Instruksikan pasien atau keluarga untuk mencatat warna, konsistensi, jumlah dan frekuensi feses
·         Tombang popok klien bila perlu
·         Monitor turgor kulit
·         Anjurkan klien untuk meningkatkan nutrisi yang sesuai dengan jumlah kalori dan cairan sesuai yang dibutuhkan
·         Hitung balance cairan
·         Auskultsi bising usus
·         Anjurkan klien untuk minum larutan gula garam dengan komposisi 1 sdt gula ¼ sdt garam dan 1 gelas air putih (200 ml)
·         Kolaborasi dalam pemmberian terapi diare
c.       Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b.d ketidakmampuan untuk mengabsorpsi nutrien
Nutritional Management
·         Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori
·         Berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi
·         Tingkatkan intake nutrisi
·         Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang di butuhkan pasien
Nutritional monitoring
·         Pantau berat badan klien,
·         Monitor adanya penurunan berat badan,
·         Monitor turgor kulit,
·         Tingkatkan intake nutrisi sesuai jumlah kalori yang dibutuhkan
·         Kolaborasi dengan tenaga kesehatan yang lain dalam pemberian vitamin dan terapi.
d.      Hipertermia b.d penyakit
Fever threatment
·         Monitor TTV
·         Monitor adanya kehilangan cairan
·         Monitor warna kulit dan suhu kulit
·         Monitor intake dan output cairan
·         Monitor irama pernapasan dan nadi
·         Anjurkan keluarga untuk mneingkatkan intake ASI
·         Lakukan kompres hangat pada ketiak dan lipatan paha
·         Lakukan hygiene oral
·         Kolaborasi dengan tenaga dalam pemberian terapi antipiretik
6.      Termasuk kategori dehidrasi berat seuai dengan karakteristik tingkat dehidrasi menurut Wong dalam buku ajar keperawatan pediatik yaitu:
·         Penurunan BB bayi 15%
·         Penurunan BB anak 10%
·         Frekuensi nadi sangat meningkat
·         Tekanan darah ortostatik hingga syok
·         Perilaku sangat rewel hingga letargi
·         Rasa haus sangat besar
·         Air mata tidak ada, mata cekung
·         Ubun-ubun depan cekung
·         Vena jugularis eksterna tidak terlihat sekalipun dilakukan tekanan supraklavikular
·         Kulit (kurang bermanfaat pada anak >2 tahun) : pengisian ulang kapiler sangat lambat (>4 detik) dan terlihat tenting ; kulit teraba dingin, tampak akrosianotik dan mottled (berbintik-bintik)
·         Berat jenis urin : oliguria atau anuria
Berdasarkan karakteristik tingkat dehidrasi berat sesuai teori di atas, tanda dan gejala yang sesuai dengan kasus adalah :
·         Klien mengalami kehilangan caira yang berlrbihan (diare) lebih dari 5x sehari,encer, warna kekuningan dan bau khas
·         Tampak pucat, menangis lemah
·         Badannya lemas
·         Tubuhnya teraba dingin
·         Ubun-ubun tampak cekung, turgor kulit kurang elastis
7.      Healt education
·         Memberikan cairan oral atau pemberian oralit sedikit demi sedikit dengan menggunakan sendok atau semprit kecil dengan pemberian sebanyak 5 hingga 10 ml setiap 1 hingga 5 menit sekali
·         Menganjurkan pemberian ASI, meningkatkan konsumsi air dan tidak mengkonsumsumsi susu formula yang mengandung laktosa (bebas laktosa atau rendah laktosa)
·         Memberian diet yang mudah di cerna seperti sereal dan makanan pendamping ASI yang matang
·         Menjaga perilaku hidup bersih dan sehat
·         Mengkonsumsi obat yang diberikan (obat anti diare)










DAFTAR PUSTAKA

Dochter, Joanne McCloskey & Gloria M. Bulechek. 2008. Nursing Intervention Classification (NIC) Fifth Edition. USA : Mosby, Inc
Moordead, Sue [et al]. 2008. Nursing Outcomes Classification (NOC) Fifth Edition. USA : Mosby, Inc
Herdman, T. Heather. 2012. Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifikasi. Jakarta : EGC
Smeltzer C. Suzanne, Brunner & Suddarth. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. EGC : Jakarta
Wong, Donna L, dkk. 2009. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik Volume 1. Jakarta : EGC


lihat juga :
laporan pendahuluan jiwa
jurnal kesehatan
info kampus keperawatan di jogja 

askep kompre anak dengan  TOF 
pathway TOF


No comments: