adsensecham

Sunday, November 1, 2015

ASKEP ANAK DENGAN LEUKEMIA



versi word klik download
pathway klik download

ASUHAN KEPERAWATAN KOMPREHENSIF ANAK DENGAN LEUKEMIA
Dosen Pengampu : Lala Budi Fitriana, S.Kep.Ns,M.Kep.,Sp.Kep.An

Disusun Oleh : Kelompok VI
1.      Nindithya Wahyu Pradina                    (12130052)
2.      Rifqi Rahmawan                                  (12130066)
3.      Roni Laksono                                     (12130073)
4.      Yoga Raditya                                      (12130087)
5.      Ima Regina Dosantos                          (12130072)







PROGRAM STUDI S1-ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
2015/2016



Kasus :
Seorang anak perempuan berusia 9 tahun dibawa ke rumah sakit dengan sesak nafas 2 hari yang lalu. Klien mengatakan badannya demam dan tidak nyaman (gerah), apabila beraktivitas, klien mengatakan mudah lelah. Ibu klien juga mengatakan bahwa klien tidak nafsu makan sejak 5 hari yang lalu. Saat pengkajian didapatkan data : klien sesak napas, tampak menggunakan otot bantu pernafasan, dan terpasan oksigen 3 liter. Klien pucat, lemah dan badannya kurus.
Dari hasil pemeriksaan fisik saat pengkajian diperoleh : TD : 8/50 mmHg, N : 80x/menit, RR : 37 x/menit, S : 38,6o C , konjungtiva anemis, sianosis,CRT 4 detik, akral teraba dingin, mukosa bibir kering, tubuh klien tampak hangat, klien terlihat gelisah, BB klien turun 3 kg sejak sakit.
Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan  data : Hb : 6 gr/dL , leukosit : 231.600/mm3, trombosit 24.000/ mm3. Orang tua merasa bingung dengan kondisi anaknya.

Diskusikan :
1.      Buatlah concept map dari kasus diatas
2.      Diagnosa keperawatan apa saja yang bisa ditegakkan pada kasus diatas (sesuai dengan prioritas)
3.      Tentukan NOC sesuai prioritas diagnosa keperawatan yang ditemukan.
4.      Tentukan NIC sesuai dengan  prioritas diagnosa keperawatan yang ditemukan.
5.      Bagaimana menjelaskan ke pasien dan keluarganya terkait gejala mudah lelah, lemah dan sering pucat?
6.      Kenapa hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan Hb dan trombositnya menurun sedangkan leukositnya meningkat?
7.      Bagaimana health education yang dibutuhkan pada pasien leukimia?








2.      Diagnosa keperawatan
1.      ketidakefektifan pola nafas bd sindrom hipoventilasi
2.      Hipertermi bd penyakit
3.      Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer b.d kurang pengetahuan tentang proses penyakit
4.      ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b.d faktor biologis
5.      Intoleransi aktivitas b.d ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen
6.      Ansietas bd perubahan status kesehatan
3.      NOC
a.       Ketidakefektifan pola nafas b.d sindrom hipoventilasi
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam kepada anak diharapkan ketidakefektifan pola nafas dapat teratasi dengan kriteria hasil :
Respiratory status : airway status
Ø  sesak nafas  ( skor 3 menjadi skor 5) à terdapat keluhan sesak nafas dengan tingkatan yang sedang menjadi tidak terdapat keluhan sesak nafas
Ø  RR dalam keadaan normal (16-24) (skor 2 menjadi skor 5) à RR menyimpang berat dari batas normal menjadi berada dalam batas normal
Respiratory status : ventilation
Ø  Irama respiratory reguler dan adekuat (skor 3  menjadi skor 5) à irama RR menyimpang sedang dari irama reguler menjadi irama regular
Ø  Tidak menggunakan otot bantu pernafasan (skor 3 menjadi skor 5) à tampak menggunakan otot bantu pernafasan pada tingkat sedang menjadi tidak menggunakan otot bantu pernafasan
Ø  Sianosis berkurang (skor 4 menjadi skor 5) à sianosis menyimpang ringan dari keadaan normal normal menjadi tidak terdapat sianosis
b.      Hipertermi b.d penyakit
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan hipertermi pasien teratasi dengan kriteria hasil :
Thermoregulation
Ø  RR dalam keadaan normal (16-24) (skor 2 menjadi skor 5) à RR menyimpang berat dari batas normal menjadi berada dalam batas normal
Ø  Suhu 36,50C-37,5oC (skor 3 manjadi skor 5) à suhu menyimpang sedang dari batas normal menjadi berada dalam batas normal)
Ø  suhu kulit meningkat (skor 3 manjadi skor 5) à suhu kulit menyimpang sedang dari batas normal menjadi berada dalam batas normal tidak terjadi peningkatan suhu kulit
Ø  status hidrasi (skor 3 manjadi skor 5) à pemenuhan kebutuhan cairan pasien menyimpang sedang menjadi dalam batas normal, tidak terjadi dehidrasi
Vital Sign
Ø  RR dalam keadaan normal (16-24) (skor 2 menjadi skor 5) à RR menyimpang berat dari batas normal menjadi berada dalam batas normal
Ø  Suhu 36,5oC-37,5oC (skor 3 manjadi skor 5) à suhu menyimpang sedang dari batas normal menjadi berada dalam batas normal)
Ø  Irama respiratory reguler dan adekuat (skor 3  menjadi skor 5) à irama RR menyimpang sedang dari irama reguler menjadi irama regular
c.       Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer b.d kurang pengetahuan tentang proses penyakit.
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam kepada anak diharapkan  Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer dapat teratasi dengan kriteria hasil :
Circulation status
Ø  Nadi dalam batas normal 60-100
Ø  Intake dan output cairan dalam 24 jam seimbang
Ø  CRT dalam batas normal (<2 detik) (skor 3 menjadi skor 5) à CRT menyimpang sedang dalam batas normal mnejadi berada dalam batas normal
Tissue integrity : skin & mucouse membrane
Ø  Temperatur ekstremitas tidak teraba dingin (skor 3 menjadi skor 5) à temperatur pada ekstremitas teraba dingin pada tingkat sedang menjadi tidak teraba dingin
Ø  Mukosa bibir tampak lembab (skor 3 menjadi 5) à tampak mukosa bibir kering pada tingkat sedang menjadi tampak mukosa bibir kering
Tissue perfussion : peripheral
Ø  CRT dalam batas normal (<2 detik) (skor 3 menjadi skor 5) à CRT menyimpang sedang dalam batas normal mnejadi berada dalam batas normal
Ø  TD dalam batas normal (skor 3 menjadi skor 5) à TD menyimpang sedang dari batas normal menjadi berada dalam batas normal


Respiratiry status : gas exchange
Ø  Sianosis berkurang (skor 4 menjadi skor 5) à sianosis menyimpang ringan dari keadaan normal normal menjadi tidak terdapat sianosis
Ø  Dipsnea menurun (skor 3 menjadi skor 5) à RR menyimpang sedang dari batas normal menjadi berada dalam batas normal
d.      ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b.d faktor biologis
Setelah dilakukan tindakan keperawatan pada anak selama 3x24 jam diharapkan ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh teratasi dengan kriteria hasil :
Appetite
Ø  Makanan dikonsumsi sesuai jumlah kalori yang dibutuhkan
Ø  Nutrisi yang adekuat
Ø  Peningkatan nafsu makan
Gastrointestinal function
Ø  Frekuensi peristaltic usus 5-35x/menit.
Ø  Konsistensi feses lunak
Nutritional Status
Ø  Nutrisi yang adekuat
Ø  Tidak tampak pucat (skor 3 menjadi skor 5) à terjadi pucat pada tingkat sedang menjadi tidak terdapat pucat
Ø  Peningakatan energy (skor 3 menjadi skor 5) à terjadi penurunan energy pada tingkat sedang (lemas) mnejadi berada dalam keadaan normal (tidak lemas)
Ø  Makanan dikonsumsi sesuai jumlah kalori yang dibutuhkan
Ø  Cairan yang dikonsumsi sesuai dengan jumlah yang di butuhkan
Ø  Tidak terdapat penurunan BB (skor 4 menjadi skor 5) à terjadi penurunan BB pada tingkat ringan menjadi tidak terdapat penurunan BB
e.       Intoleransi aktivitas b.d ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen.
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam, diharapkan intoleransi aktivitas dapat teratasi dengan kriteria hasil :
Energy conservation
Ø  TD berada dalam batas normal sebelum dan setelah melakukan aktivitas
Ø  Nadi berada dalam batas normal sebelum dan setelah melakukan aktivitas
Ø  sesak nafas  ( skor 3 menjadi skor 5) à terdapat keluhan sesak nafas dengan tingkatan yang sedang menjadi tidak terdapat keluhan sesak nafas
Ø  RR dalam keadaan normal (16-24) (skor 2 menjadi skor 5) à RR menyimpang berat dari batas normal menjadi berada dalam batas normal
Ø  Irama respiratory reguler dan adekuat (skor 3  menjadi skor 5) à irama RR menyimpang sedang dari irama reguler menjadi irama regular
Ø  Tidak menggunakan otot bantu pernafasan
Ø  Mampu melakukan aktivitas sehari-hari (ADLs) secara mandiri
f.       Ansietas bd perubahan dalam : status kesehatan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan   ansietas teratasi dengan kriteria hasil:
Anxiety level
Ø  Kecemasan berkurang (skor 3 menjadi skor 5) à dari ansietas sedang menjadi tidak terdapat ansietas
4.      NIC
a.       ketidakefektifan pola nafas bd sindrom hipoventilasi
Airway management
Ø  Pantau TTV
Ø  Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
Ø  Auskultasi suara nafas, catat adanya suara nafas tambahan
Ø  Pantau status respirasi
Ø  Pantau adanya dipsnea
Ø  Patau adanya sianosis
Ø  Pantau frekuensi dan irama pernapasan
Ø  Kolaborasi degan teaga kesehatan lain dalam pemberian O2
b.      Hipertermi bd penyakit
Fever threatment
Ø  Monitor TTV
Ø  Monitor adanya kehilangan cairan
Ø  Monitor warna kulit dan suhu kulit
Ø  Monitor intake dan output cairan
Ø  Monitor irama pernapasan dan nadi
Ø  Anjurkan untuk meningkatkan intake cairan dan menkonsumsi buah
Ø  Lakukan kompres hangat pada ketiak dan lipatan paha
Ø  Lakukan hygiene oral
Ø  Kolaborasi dengan tenaga dalam pemberian terapi antipiretik
c.       Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer b.d peroses pengetahuan tentang proses penyakit
Peripheral sensation management
Ø  Pantau TTV
Ø  Monitor status respiratory
Ø  Pantau temperatur kulit dan ekstermitas
Ø  Pantau status hidrasi
Ø  Pantau adanya sianosis , dipsnea & odema perifer
Ø  Pantau CRT
Ø  Hitung input & output cairan
Ø  Kolaborasi dengan tenaga kesehatan dalam memberikan terapi
d.      ketidakseimbangan nutrisi bd faktor biologis
Nutritional Management
Ø  Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori
Ø  Berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi
Ø  Tingkatkan intake nutrisi
Ø  Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang di butuhkan pasien
Nutritional monitoring
Ø  Pantau berat badan klien,
Ø  Monitor adanya penurunan berat badan,
Ø  Monitor turgor kulit,
Ø  Tingkatkan intake nutrisi sesuai jumlah kalori yang dibutuhkan
Ø  Kolaborasi dengan tenaga kesehatan yang lain dalam pemberian vitamin dan terapi.
e.       Intoleransi aktivitas b.d ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen
Activity therapy
Ø  Pantau TTV sebelum dan sesudah melakukan aktivitas
Ø  Pantau adanya gejala sebelum dan sesudah melakukan aktivitas
Ø  Anjurkan klien untuk bed rest
Ø  Anjurkan klien untuk mengurangi aktivitas
Ø  Bantu klien untuk membuat jadwal latihan di waktu luang
Ø  Bantu aktivitas klien
Ø  Latih klien untuk melakukan aktivitas mandiri secara bertahap
Ø  Monitor respon fisik, emosi, sosial dan spiritual
f.       Ansietas bd perubahan status kesehatan
Anxiety reduction
Ø  Gunakan pendekatan yang menyenangkan
Ø  Jelaskan semua prosedur pengobatan
Ø  Jelaskan tentang penyakit klien
Ø  Dorong untuk mengungkapkan kecemasan
Ø  Temani klien dan keluarga untuk memberikan keamanan dan mengurangi rasa takut
Ø  Ajarkan teknik relaksasi dengan nafas dalam dan aromatherapi
5.      Penjelasan kepada orang tua terkait dengan keluhan mudah lelah, lemah dan sering pucat:
Ibu terkait dengan gejala mudah lelah,lemah dan sering pucat pada anak ibu itu disebabkan karena penyakit yang diderita anak ibu menyerang sel darah , dimana sel darah putihnya semakin banyak dan sel darah merahnya semakin sedikit, sel darah merah sendiri berfungsi mengangkut oksigen, guna dari oksigen sendiri untuk pembakaran energi yang digunakan untuk beraktivitas, ketika sel darah merah menurun maka yang terjadi oksigen pun akan menjadi sedikit yang di bawa, sehingga anak ibu mudah lemah,letih dan pucat. Apalagi ketika beraktivitas yang berat, karna aktivitas yang berat membutuhkan energi yang banyak maka akan membutuhkan oksigen yang banyak juga, maka diharapkan anak ibu tidak melakukan aktivitas yang berat dan diperbanyak istirahat.
6.      Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb dan trombositnya menurun sedangkan leukositnya meningkat:
virus mengakibatkan perubahan pada kromosom, sehingga Proses pematangan dari sistem sel darah putih mengalami gangguan & mengalami perubahan kearah keganasan yang akan mengakibatkan Terganggunya pengendalian normal dari pembelahan sel dan Sel pembelah tidak terkendali & menjadi ganas hal tersebut mengakibatkan produksi Sel darah putih pd sum-sum tulang yg lebih dari normal maka akan mengakibatkan Jumlah leukosit imatur yang dapat merubah fungsi pada leukosit yang akan Memblok produksi Sel darah normal & merusak kemampuan tubuh terhadap infeksi. kemudian merusak produksi sel darah lain pd sum-sum tulang (eritrosit & trombosit) sehingga mengakibatkan Hb dan trombosit menurun dan leukositnya meningkat.
7.      Health education yang dibutuhkan pada pasien leukemia:
hal yang perlu ibu perhatikan adalah aktivitasnya jangan melakukan aktivitas yang berat, perbanyak istirahat, makan yang teratur, minum obat sesuai resep yang diberikan dokter, dan periksa kesehatan secara berkala, hindari adanya trauma dan menjaga kebersihan.



DAFTAR PUSTAKA

Dochter, Joanne McCloskey & Gloria M. Bulechek. 2008. Nursing Intervention Classification (NIC) Fifth Edition. USA : Mosby, Inc
Moordead, Sue [et al]. 2008. Nursing Outcomes Classification (NOC) Fifth Edition. USA : Mosby, Inc
Herdman, T. Heather. 2012. Diagnosis KeperawatanDefinisidanKlasifikasi.Jakarta : EGC
Smeltzer C. Suzanne, Brunner & Suddarth. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. EGC : Jakarta
Price, Sylvia A dan Lorraine M. Wilson. 2006. Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jakarta : EGC
Sudoyo, dkk. 2009. Buku Ajar: Ilmu Penyakit Dalam. InternaPublishing : Jakarta






No comments: